Header Ads

Inspiring Women: Menteri Perempuan Jokowi yang Tidak Lulus SMA, Bertato,Perokok dan Tomboi



Oleh: Faqih Al Asy’ari
Pada artikel ini saya tidak berbicara tentang cover motor, sarung motor, tutup motor atau matel motor. Artikel ini saya tulis secara khusus dalam rangka ikut serta menyaksikan sejarah baru melihat seorang perempuan pekerja keras, melakukan banyak terobosan yang pada awalnya dicibir dan mendapat tanggapan skeptis dari banyak pihak. Ya, kehadiran sosok Ibu Susi pada menetrian Kelautan dan Perikanan menjadi perbincangan baru karena latar belakangnya yang sangat berbeda dari para menteri pada umumnya, kapanpun.

Tidak mengherankan jika Ibu Susi Pudji Astuti kini menjadi buah bibir jagad maya. Sosoknya menjadi kontroversial. Bagaimana tidak, selain tidak lulus SMA, Ibu Susi juga mempunyai kebiasaan sedikit aneh untuk ukuran perempuan “normal” yakni merokok dan bertato. Yang membuat Ibu Susi menjadi buah bibir adalah kini Ibu Susi didapuk menjadi menteri Kelautan dan Perikanan pada Kabinet Kerja 2014.


Cibiran dan cemoohan banyak beterbaran di dunia maya. Berbagai cemoohan dan ejekan itu terkait dengan profil Ibu Susi yang dianggap tidak mencerminkan pandangan normal seorang yang memiliki etika, kesopanan sebagai perempuan, kontradiktif dengan kampanye pemerintah anti merokok, terkesan urakan dan lain sebagainya. Sindiran secara terbuka dan paling keras tentu datang dari kader salah satu partai berbasis umat Muslim yang saat ini menjadi oposisi pemerintah Jokowi.

Namun begitu apresiasi lebih banyak datang mendukung Ibu Susi. Bagi sebagian besar yang menyanjung dan mendukung Ibu Susi adalah kiprahnya dianggap sebagai inspirator dan motivator kesungguhan, kerja keras, konsistensi dan keuletan dalam berbisnis. Sejarah kehidupan Ibu Susi yang penuh dengan semangat kerja keras dianggap relevan dengan situasi kemaritiman dan perikanan saat ini yang banyak bersentuhan dengan para nelayan, yang tentu membutuhkan inspirator seperti Ibu Susi.

Tidak hanya Inspirator, pada kenyataannya keilmuan dan pengalaman Ibu Susi pada bidang perikanan diyakini bakal menjadi eskalator mengangkat derajat para nelayan. Sementara kecepatan Ibu Susi membaca peluang berisiko yang selalu mendapat reaksi psimis sebagian besar kelompok bisnis diharapkan dapat membuka ruang bangkitnya kemaritiman dan kondisi pernelayanan dalam negeri.

Ekspektasi ini sejalan dengan psimisme yang tinggi hampir sebagian besar pakar, politisi, pemangku kebijakan dan rakyat Indonesia pada kondisi pernelayanan dan kemaritiman nasional. Mampukah Ibu Susi menangkap peluang kemaritiman dan perikanan ini lalu menyajikan terobosan yang genuin? Jawabannya tentu bisa dengan kerja keras kita bersama.

Profil Lengkap Susi Pudji Astuti
Menteri Kaluatan dan Perikanan ini lahir sebagai anak desa di Pangandaran 15 Januari 1965. Itu artinya saat dilantik menjadi menteri Ibu Susi sedang berusia 49 tahun. Tentu masih usia muda. Latar belakang Ibu Susi adalah pengusaha sekaligus pemilik sebagai Presdir pada PT ASI Pudjiastuti Marine Product. Perusahaan ini berkerja sebagai eksportir hasil-hasil perikanan.

Selain perikanan, Ibu Susi melalui PT ASI Pudjiastuti Aviation juga mengerjakan rute penerbangan ke seluruh pelosok negri ini, kemananapun tujuannya yang tidak terjangkau oleh pesawat komersil pada umumnya. Pada awal tahub 2012, Susi Air telah mengoperasikan 50 buah pesawat. Susi Air memiliki 180 pilot. Pada tahun 2012 Susi Air menerima pendapatan Rp300 miliar dan melayani 200 penerbangan perintis. Tentu ini sebuah catatan sukses luar biasa untuk seorang yang tidak lulus SMA.
Orang tua Ibu Susi adalah tergolong orang yang taat, yakni Haji Ahmad Karlan dan Ibu Hajjah Suwuh Lasmina. Keduanya berasal dari Jawa Tengah. Namun begitu orang tua Ibu Susi telah bertempat tinggal di Pangandaran.
Pekerjaan orang tua Ibu Susi adalah saudagar sapi dan kerbau. Mereka membawa ratusan ternak dari daerah Jawa Tengah untuk dijual kembali di wilayah Jawa Barat. Sementara itu Kakek buyutnya Ibu Susi bernama Haji Ireng dikenal sebagai tuan tanah.

Pendidikan Ibu Susi Pudjiastuti
Ibu Susi kecil selalu mendapat peringkat pertama di bangku pendidikan Sekolah dasar. Setelah masuk SMP, Ibu Susi mulai sedikit leluasa membaca berbagai buku yang ada di rumahnya. Beruntung orang tua Ibu Susi adalah orang-orang demokratis, sehingga sejak usia SMP Ibu Susi telah banyak membaca berbagai buku, baik itu komik, buku cerita, buku-buku pengetahuan hingga buku Filsafat seperti eksistensialisme dan sebaginya. Setelah lulus SMP, Ibu Susi melanjutkan sekolah di SMAN 1 Yogyakarta. namun Ibu Susi hanya sampai pertengahan kelas II dan menyatakan berhenti sekolah.
Usaha Ibu Susi Pudjiastuti

Keluar dari sekolah alias Drop Out tidak membuat Ibu Susi patah semangat. Sebaliknya Ibu Susi semakin bersemangat melakukan sesuatu. Awal usahanya dimulai setelah ia meyakinkan diri dengan menjual gelangnya senilai Rp.750.000. Uang itu Ibu Susi muda gunakan untuk membeli ikan para nelayan di wilayah pantai Pangandaran.

Ibu Susi muda bekerja keras membawa hasil belanja ikannya ke beberapa wilayah lokal dan Jakarta. Ibu Susi muda memulai dengan menyewa kendaran pickup kecil untuk mendistribusikan hasil tangkapan para nelayan ke berbagai wilayah di Jawa Barat dan jakarta. Setelah berkembang, Ibu Susi Muda menyewa tuk, bahkan sering ikut serta bersama truk menjual ikan ke berbagai wilayah di Jakarta. Ibu Susi dalam sebuah wawancara di televisi dan telah diunggah di youtube juga mengaku bisa mengendarai truk sendiri, menggantikan pak sopir jika kelelahan.

Kerja kera Ibu Susi muda mulai membuahkan hasil. Bisnis yang dirintisnya terus berkembang. Poada tahun 1995 merupakan tahun pertama Ibu Susi merambah dunia ekspor untuk memasarkan ikan dari para nelayan. Pada tahun itu pula Ibu Susi mendapat tawaran kerjasama dari seorang rekan bisnis dari Luar Negri untuk mendirikan pabrik ikan di Pangandaran. Namun begitu kerjasama itu gagal, sementara uang Ibu Susi untuk mengembangkan pabrik pengolahan ikan telah habis dan gagal.

Akan tetapi bukan Ibu Susi kalau menyerah. Pada tahun 1996 akhirnya ibu Susi berhasil mendirikan pabrik pengolahan ikan dengan nama PT ASI Pudjiastuti Marine Product . Produk unggulan dari perusahaannya adalah lobster dengan merek “Susi Brand”. Bisnisnya menemui jalan mulus. Usahanya terus berkembang pesat hingga ekspor ke berbagai penjuru dunia. Ibu Susi juga terus melirik potensi ikan tidak hanya di wilayah Pangandaran. Berbagai wilayah kelautan dengan hasil lobster terbaik dijelajahi untuk memenuhi permintaan ekspor yang semakin tinggi.

Ibu Susi memerlukan transportasi yang cepat agar lobster yang dijualnya selalu segar. “Selisih lobster segar dan mati itu tinggi. Bisa banding 400 dan 100,” ujar Ibu Susi di salah satu media televisi. Oleh karena itu ibu Susi membutuhkan pesawat untuk mengangkut ikan dari berbagai nelayan terpencil di tanah air ini. “Ikan harus kita bawa kurang dari 24 jam dari nelayan ke kapal eksportir,” ujarnya.

Namun proposal yang ditawarkan oleh Ibu Susi ke berbagai perbankan selalu ditolak. Perbankan berdalih, bagaimana mungkin usaha ikan ingin membeli pesawat sendiri hanya untuk mengangkut ikan. Selama empat tahun Ibu Susi berkeliling ke berbagai bank untuk mendapatkan pinjaman uang dalam rangka membeli pesawat untuk mengangkut ikan. Namun tetap saja tidak ada bank yang menggubris. Keseluruhan bank mencibir dan psimis hasil jualan ikannya dapat mengangsur hutang pembelian pesawat.

Lagi-laggi bukan Ibu Susi kalau menyerah begitu saja. Kegigihan dan kerja kerasnya akhirnya dapat meluluhkan salah satu bank untuk mengucurkan kredit kepada Ibu Susi. Bermodal keberhasilan mendapatkan hutang dari bank, pada tahun 2004 Ibu Susi segera membeli pesawat untuk memuluskan penjualan ikannya. Pesawat kecil perintis itu digunakan untuk mengambil ikan dari ebrbagai wilayah nelayan tanah air. Pesawat perintis yang dibeli ibu Susi dapat mendarat dengan cukup mudah di berbagai medan, baik berasapal maupun rerumputan.

Melalui Ibu Susi Melalui PT ASI Pudjiastuti Aviation yang Ibu Susi dirikan akhirnya menjadi satu-satunya pesawat yang ia miliki itu ia gunakan untuk mengangkut lobster dan ikan segar tangkapan nelayan di berbagai pantai di Indonesia ke pasar Jakarta dan Jepang. Keberanian Ibu Susi membeli pesawat ternyata mengantarkan Ibu Susi pada kesuksesan berikutnya. Keberadaan pesawat perintis Ibu Susi ternyata sangat dibutuhkan dalam berabgai hal, tidak hanya untuk mengangkut ikan hasil tangkapan nelayan untuk didistribusikan secara cepat ke eksportir.

Hal itu terbukti pada saat gempa dan tsunami terjadi di Aceh. Secara kebetulan Ibu Susi telah emrancang kerjasama dengan para nelayan Aceh untuk melakukan pembelian dalam rangka memenuhi kebutuhan ekspor. Namun kerjasama itu belum terwujud masyarakat Aceh mengalami duka karena Bencana Sunami. Dengan segera Ibu Susi menerbangkan pesawatnya ke wilayah Aceh 2 hari setelah terjadi gempa.

Disinilah pesawat Ibu Susi memerankan peranan penting pendistribusian bantuan bencana. Disaat tidak ada alat tarnsportasi yang dapat menjangaku daerah yang terisolir, dengan suka rela Ibu Susi meminjamkan pesawatnya untuk digunakan sebagai alat transportasi pengirim bantuan paling cepat. Selama lebih dari 2 pekan Ibu Susi bekerjasama dengan para relawan bahu membahu mengirimkan berbagai bantuan ke para korban bencana tsunami, khsuusnya di wilayah-wilayah yang terisolir. Setelah 2 pekan, Ibu Susi mengaku kehabisan dana di Aceh hingga memutuskan untuk pulang ke Pangandaran untuk kembali berbisnis ikan.

Ada banyak hikmah dari kejadian Aceh yang diambil oleh Ibu Susi. Beliau kemudian mengubah arah bisnis Ibu Susi dengan menjelajah penerbangan komersil untuk menjangaku wilayah terpencil. Hatinya tergerak untuk membantu pemerintah dalam memberikan transportasi yang mudah dan cepat ke berbagai wilayah tanah air, di manapun tempatnya, bahkan hingga pelososk terpencil

Ibu Susi mulai menyewakan pesawatnya yang semula hanya digunakan untuk mengangkut hasil laut untuk misi kemanusiaan. Kegiatan ini menemui jalan mulus. Setelah tiga tahun berjalan, perusahaan penerbangan Ibu Susi semakin berkembang. Ibu Susi kemudian memiliki 14 pesawat, ada 4 di Papua, 4 pesawat di Balikpapan, Jawa dan Sumatera. Laju perusahaaan penerbangan perintisnya terus tak terbendung. Perusahaannya kemudian membeli lagi 32 pesawat Cessna Grand Caravan, 9 pesawat Pilatus Porter, 1 pesawat Diamond star dan 1 buah pesawat Diamond Twin star. Dengan brand penerbangan bernama Susi Air, kini usaha penerbangannya memiliki 49 dan mengoperasikan 50 pesawat terbang dengan berbagai jenis.


Penghargaan Ibu Susi Pudjiastuti

Perjalanan Ibu Susi, kerja keras, dan kepandainnya membaca peluang membuat Ibu Susi banjir penghargaan. Dari pemerintah Ibu Susi mendapat perghargaan sebagai Pelopor Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat tahun 2004. Pada tahun 2005 Ibu Susi dinobatkan sebagai Young Entrepreneur of the Year dari Ernst and Young Indonesia.  Pada tahun yang sama (2005) Ibu Susi juga mendapatkan pengharagaan Primaniyarta Award for Best Small & Medium Enterprise Exporter dari Presiden Republik Indonesia. Satu tahun berikutnya, Ibu Susi menerima Metro TV Award for Economics, Lalu penghargaan Inspiring Woman 2005 dan Eagle Award 2006 dari Metro TV. Selain itu Ibu Susi juga menerima penghargaan sebagai Indonesia Berprestasi Award dari PT Exelcomindo dan Sofyan Ilyas Award dari Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2009.

Ibu Susi membutuhkan 2000 pilot untuk mengembangkan usaha pesawat pernitisnya. Saat itu Ibu Susi lebih banyak menggunakan pilot Australia karena kesulitan mendapatkan tenaga pilot dalam negeri. Keluhan itu akhirnya membuat Ibu Susi mendirikan sekolah Susi Flying School melalui PT ASI Pudjiastuti Flying School. Pada tahun 2008.

Jalur kesuksesan Ibu Susi berlanjut pada bulan Oktober 2014 saat Jokowi terpilih menjadi presiden republik Indonesia. Kini Ibu Susi masuk di jajaran Kabinet Kerja Pemerintahan Jokowi-JK. Pada tahun ini, 2014 Ibu Susi Pudjiastuti ditetapkan oleh Presiden RI Joko Widodo menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan.

Selamat bekerja Ibu Susi, semoga psimisme tentang penggalian potensi kelautan dan perikanan kita bisa Ibu ubah menjadi optimisme, seperti terobosan-terobosan yang telah ibu lakukan.

2 komentar

Anonim mengatakan...

Saya juga salut atas etos kerja dan semangat Ibu Susi. Tengkyu gan tulisannya.. Membantu saya kenal lebih dekat dgn beliau. Tulisannya cukup lengkap. Oh ya, produk cover motornya keren n kreatif juga. Saya pingin order beberapa nih..

kang ari mengatakan...

Trimakasih gan.. Poditif Negatif seseorang selalu seiring dengan kemampuan lainnya yg berbeda.
Untuk order cover motor Silakan hubungi Customer kami di SMS/Whatsapp:082234220781. atau BBM PIN:267DCE44
makasih gan sudah berkunjung ke blog jualan kami

reallycover.com

reallycover.com